via GSMArena

Samsung boleh merajai pasar di beberapa negara di dunia, namun tidak di Tiongkok. Imbas babak belur di hajar berbagai merek Tiongkok, Samsung akhirnya menutup pabrik ponsel satu-satunya mereka di negeri tirai bambu tersebut.

Pabrik ponsel yang terletak di kota Huizhou, Tiongkok ini akan ditutup Samsung. Penutupan ini tak lama setelah keputusan Samsung untuk menurunkan produksi ponselnya di pabrik tersebut.

Baca Juga:

Selain karena pasar Samsung yang kian kecil di Tiongkok, peputusan ini diambil Samsung diduga karena meningkatnya upah buruh dan perekonomian yang melambat. Tapi Samsung tak lepas tangan begitu saja kepada para karyawannya, ada sejumlah kompensasi yang diberikan.

Kepada karyawan dengan masa kerja lebih dari 10 tahun, Samsung memberikan smartphone Galaxy S10+ dan smartwatch secara gratis, dan uang tunai. Sedangkan karyawan lainnya ada yang mendapatkan Galaxy A80.

Samsung tak menyebutkan berapa banyak karyawan yang ada di pabrik tersebut. Media Korea Selatan menyebut, ada 6000 karyawan di pabrik Samsung ini dan memproduksi 63 juta unit smartphone pada 2017 lalu. Pabrik Samsung di Huizhou ini didirikan pada 1992 yang lalu.

Sebelumnya Samsung juga menutup salah satu pabrik ponsel lainnya di Tianjin, Tiongkok sejak bulan Juni lalu. (Baca: Kewalahan di Tiongkok, Samsung Kurangi Produksi Ponsel hingga PHK Karyawan)

Samsung pun akan mengikuti jejak Sony yang lebih dulu meninggalkan produksi smartphone mereka dari Tiongkok, dan pindah ke Thailand.

Samsung dahulu cukup raksasa di Tiongkok, dengan mengenggam pangsa pasar sebesar 15% pada tahun 2013. Namun, hasil riset Strategiy Analytics menyebutkan pangsa pasar Samsung di Tiongkok hanya sebesar 0.8% pada kuartal ke-2 2018.

Analis memprediksi Samsung akan sulit bertahan di Tiongkok karena kecenderungan masyarakat Tiongkok yang membeli produk dari dalam negeri seperti Huawei, ZTE ataupun Xiaomi.

“Di Tiongkok, orang membeli smartphone murah dari merek dalam negeri dan ponsel high-end dari Apple atau Huawei. Samsung memiliki sedikit harapan di sana untuk menghidupkan lagi share mereka,” kata Park Sung-soon, analis Cape Investment & Securities.

Gimana komentar kamu?

via Reuters, Gizmochina

  Banyak yang Bingung Milih Hape Ini  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.