via Mashdigi

Sudah bukan cerita baru lagi kalau ada brand yang sering memanipulasi hasil benchmark untuk menarik minat pelanggannya dan kabar paling baru menyebutkan bahwa MediaTek juga melakukan kecurangan yang serupa. Yups, bener banget, pengembang chipset asal Taiwan tersebut ternyata tertangkap basah melakukan hal serupa seperti brand besar lainnya untuk memanipulasi hasil benchmark!

Berdasarkan informasi dari Anandtech, hal ini baru diketahui setelah dilakukan pengujian antara sesama Oppo Reno3 dimana mereka menguji Oppo Reno3 5G yang menggunakan chipset MediaTek Dimensity 1000L, dibandingkan dengan Reno3 Pro yang menggunakan MediaTek Helio P95. Hasil dari pengujian tersebut sangatlah mengejutkan, dimana Oppo Reno3 Pro yang menggunakan chipset midranger dari MediaTek, ternyata mampu melibas salah satu chipset premium MediaTek.

Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata bukan kali ini saja MediaTek berbuat curang, karena hampir sebagaian besar perangkat yang menggunakan chipset MediaTek seperti Helio P series, Helio A series dan bahkan yang paling baru yakni Helio G series melakukan hal serupa dan berikut ini adalah daftar perangkat yang dianggap curang dalam benchmark oleh Anandtech:

via Anandtech

Lalu, bagaimana cara MediaTek melakukan hal ini?

DroidPoin sendiri belum mendapatkan informasi detail bagaimana cara curang yang digunakan oleh MediaTek untuk memanipulasi hasil dari sebuah benchmark, namun kabarnya MediaTek sudah menambahkan semacam tweak ke setiap aplikasi benchmark. Nah, tweak tersebut dikabarkan dapat mengenali chipset MediaTek tertentu (yang udah disetting), dimana kegunaan dari tweak ini adalah untuk membatalkan aplikasi menampilkan skor yang rendah bagi chipset MediaTek. Menurut keterangan Anandtech terjadi penurunan 30% dalam tes umum, dengan peningkatan hingga 70% dalam beberapa kerja tertentu

Setelah ketahuan berbuat curang, MediaTek langsung memberikan sebuah tanggapan (pernyataan) ke publik dan ada beberapa poin penting yang mereka sampaikan:

  1. Chipset yang digunakan dalam ujicoba (banchmark) berada dalam mode terbaik, dimana performa dan daya yang dihasilkan akan sangat efisien.
  2. OEM ponsel seharusnya bisa menonaktifkan hal ini jika mereka mau.
  3. Berbagai perusahaan melakukan hal yang serupa.

Alasan pertama gak bisa dijadikan alasan yang kuat, pasalanya bagaimana mungkin chipset kelas midranger mampu mengalahkan chipset kelas premium dan itu bersumber dari brand yang sama. Namun alasan nomor dua dan tiga lebih masuk akal, pasalnya sudah ada banyak brand yang memang terbukti berbuat curang untuk memanipulasi hasil benchmark.

Tentu saja hal ini amat disayangkan (terutama bagi semua pihak), ketika banyak pengguna mulai berharap bahwa MediaTek akan bangkit dan mengejar ketertinggalannya dengan Qualcomm, namun kenyataan yang diterima justru kebalikannya, dimana hasil yang didapatkan oleh user merupakan sebuah data fiktif yang dibuat-buat oleh MediaTek itu sendiri.

So, gimana tanggapan kamu akan hal ini? Sampaikan langsung di kolom komentar.

via Anandtech | MediaTek

  Review Xiaomi Mijia LCD Writing Tablet — Tablet Murah Cuman 285 Ribuan! 🔥🔥  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.