Setelah berhasil menenggelamkan Huawei, Amerika Serikat lagi-lagi akan menambahkan satu perusahaan besar asal China ke dalam daftar hitam miliknya dan kali ini Amerika Serikat menargetkan perusahaan pembuat chip yakni SMIC (Semiconductor Manufacturing International Corporation).

Baca juga:

Berdasarkan laporan terakhir yang DroidPoin terima via Reuters, awal pekan ini Pentagon sudah membuat proposal untuk menempatkan SMIC pada daftar entitas ke Komite Pengguna Akhir, sebuah panel yang dipimpin oleh Departemen Perdagangan yang juga mencakup Departemen Negara dan Energi dan membuat keputusan tentang daftar entitas. Namun hingga saat ini, belum diketahui apakah lembaga lain mendukung rencana tersebut atau tidak.

Sebagai tambahan informasi untukmu, SMIC adalah produsen chipset asal China yang saat ini menjadi salah satu pesaing dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Co Ltd (2330.TW) atau TSMC. Walaupun saat ini teknologi serta kualitas chipset buatan SMIC masih berada di bawah TSMC, tetapi Huawei beberapa waktu lalu pernah mempercayakan pembuatan chipset miliknya (Kirin 710A) ke SMIC dan hasilnya terbilang oke.

Jika pada akhirnya SMIC masuk juga ke dalam daftar hitam dan tidak mendapat suplai dari manapun (mirip seperti Huawei), maka yang paling merugi disini jelas (lagi-lagi) pihak Huawei. Pasalnya, satu-satunya harapan Huawei (jika seandainya pihak Amerika tidak melunak atau memberikan izin ke pembuat chip seperti Qualcomm, MediaTek dan Samsung untuk menjual chip mereka ke Huawei) ya SMIC ini, walaupun dengan berbagai keterbatasan dan kekurangan yang dimilikinya.

Walaupun SMIC sudah membantah bahwa pihaknya tidak memiliki hubungan dengan militer China, tetapi Pentagon akan terus mengawasi pergerakan dari SMIC dengan cermat dan sebagai tambahan informasi, bulan lalu pemerintahan Trump sudah memasukkan 24 perusahaan China ke dalam daftar hitam, alasannya karena ke-24 perusahaan tersebut dipastikan mendukung militer China.

via Reuters

  UNBOXING APPLE WATCH SERIES 6 + NYOBAIN FITUR BARU!  

SUBSCRIBE CHANNEL KEPOIN TEKNO

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.