via XDA

Saat ini, Badan keamanan di Amerika Serikat sedang memperdebatkan apakah mereka akan menempatkan Honor — yang sebelumnya adalah sub-brand dari Huawei ke dalam daftar hitam atau tidak.

Berdasarkan informasi dari The Washington Post anggota staf Pentagon dan Departemen Energi ingin agar perusahaan baru tersebut di masukkan dalam daftar entitas atau daftar hitam (perusahaan yang dilarang berdagang dengan perusahaan AS kecuali mereka mendapat izin khusus), sedangkan Departemen Perdagangan dan Departemen Luar Negeri menentang hal tersebut.

Komite Urusan Luar Negeri Amerika Serikat telah menyatakan bahwa selalu ada kekhawatiran yang sama tentang ekspor teknologi dan itu berlaku juga untuk Honor apalagi perusahaan tersebut didukung negara karena saat ini dimiliki oleh Zhixin New Information Technology — sebuah perusahaan yang dibentuk oleh dua investor yang didukung negara dan terikat dengan pemerintah kota Shenzhen.

Namun, Departemen Perdagangan dan Departemen Luar Negeri berpendapat Honor tidak membuat bahan atau komponen nuklir atau perangkatnya dijual di Amerika Serikat, jadi tidak masuk akal untuk melarang merek tersebut berdagang dengan perusahaan AS, dan itu akan lebih merugikan ekonomi AS daripada China.

Hingga saat ini perdebatan keduanya masih terus berlanjut dan belum menemukan titik terang. Beberapa ahli mengatakan bahwa Honor harus berakhir di daftar entitas hanya karena itu adalah mantan sub-brand dari Huawei. Sementara yang lain mengatakan jika tidak ada bukti bahwa merek tersebut secara diam-diam menyalurkan chip dan teknologi ke Huawei, sehingga tidak layak untuk mendapatkan sanksi apapun.

So, gimana nih tanggapan kamu akan hal ini? Sampaikan langsung di kolom komentar.

  ⚡️ HUAWEI SUPER DEVICE! Melihat Kecanggihan Laptop Huawei Terbaru  

SUBSCRIBE CHANNEL KEPOIN TEKNO

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.