via Digital Trends

Amerika Serikat mengambil langkah tegas kepada raksasa teknologi komunikasi asal Tiongkok, ZTE yang membuat bisnis utamanya terancam. Imbasnya, ZTE kini harus menghentikan beberapa bisnis utamanya.

Dalam pengumumannya kepada Bursa Efek Hong Kong, ZTE mengumumkan sebagian besar aktivitas di perusahaan kini tengah berhenti. Meski begitu, ZTE dan berbagai pihak terkait secara aktif berkomunikasi dengan Departemen Perdagangan AS untuk meringankan sanksi.

Sebelumnya Departemen Perdagangan AS memberikan sanksi kepada ZTE setelah dinyatakan bersalah karena menjual ponsel ZTE secara ilegal ke Korea Utara dan Iran. Kedua negara tersebut kini tengah menjalani sanksi ekonomi dari AS. (Baca: Dihukum AS, ZTE Terancam Dilarang Pakai Android dan Chipset Qualcomm)

Sanksi tersebut meminta kepada seluruh perusahaan AS untuk tidak menjual komponen hardware dan juga software kepada ZTE. ZTE pun kini tidak bisa mendapatkan komponen SoC dari Qualcomm, dan layar Gorilla Glass yang dibuat Corning. Namun demikian, ZTE masih bisa mendapat pasokan chipset dari MediaTek yang berbasis di Asia

Tapi, ZTE kini terancam tidak bisa memakai Android di luar Tiongkok. Meski OS Android bersifat terbuka atau open-source, namun layanan vital yang ada di Android dikuasai oleh Google, seperti Google Play Store, Google Maps, ataupun Gmail. ZTE tentu akan kesulitan menjual smartphone di luar wilayah Tiongkok.

Pihak ZTE juga mengatakan perusahaan memiliki uang yang cukup, dan pengunaan uang hasil obligasi komersial sesuai hukum dan ketentuan yang ada.

Di Amerika Serikat, produk smartphone ZTE terbilang banyak peminatnya. ZTE pun menduduki posisi ke-empat sebagai produsen smartphone terlaris di AS.

Apa komentar kamu?

via Ars Technica, ZTE

  AXIS HYPHONE Beneran Unlimited..??  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.