via Digital Trends

Raksasa teknologi asal Tiongkok, ZTE kini sudah bisa bernafas lega. Pasalnya Amerika Serikat kini telah mencapai kesepakatan dengan Tiongkok untuk mengembalikan bisnis ZTE pasca diberikannya sanksi dari Departemen Perdagangan AS. Bisa jual smartphone lagi?

Kesepakatan ini membuat ZTE terbebas dari sanksi Amerika Serikat. Departemen Perdagangan Amerika Serikat mengatakan, ZTE setuju membayar denda 1 milyar Dollar AS atau sekitar Rp 13.9 triliun, ditambah 400 juta Dollar AS untuk escrow jika terjadi pelanggaran tambahan dimasa mendatang yang bisa hangus jika ada pelanggaran.

Selain itu, ZTE juga diharuskan untuk merombak jajaran eksekutif, dan mempekerjakan beberapa orang dari Amerika Serikat untuk berada di bagian kepatuhan untuk mengawasi ZTE. Tim kepatuhan ZTE dikatakan juga akan memiliki chairman yang baru.

“Ini adalah denda yang paling keras dan terbesar yang pernah dibawa oleh Departemen Perdagangan,” ujar Menteri Perdagangan Amerika Serikat Wilbur Ross mengatakan dalam pengumumannya.

Kesepakatan ini sekaligus menjadi tindak lanjut dari pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pada akun Twitter miliknya, Pemerintah AS telah bekerjasama dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk menyelamatkan bisnis ZTE karena ada potensi pengangguran.

ZTE sebelumnya mendapat sanksi dari Amerika Serikat setelah dinyatakan bersalah karena diketahui menjual ponsel ZTE secara ilegal ke Korea Utara dan Iran, yang tengah menjalani sanksi ekonomi dari AS. (Baca: Dihukum AS, ZTE Terancam Dilarang Pakai Android dan Chipset Qualcomm)

Sanksi tersebut mengharuskan seluruh perusahaan AS untuk tidak menjual komponen hardware dan juga software kepada ZTE. ZTE pun kini tidak bisa mendapatkan komponen SoC dari Qualcomm, dan Gorilla Glass yang dibuat Corning, hingga layanan Google yang ada di Android.

Apa komentar kamu?

via CNN, New York Times

  Aplikasi Favorit Tahun 2018  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.