via CNET

Huawei kian disingkirkan Amerika Serikat bahkan beberapa negara dihasut untuk tidak menggunakannya. Namun Huawei mendapatkan perlakukan baik di Malaysia.

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengatakan negaranya membuka pintu lebar-lebar bagi Huawei. Ia mengatakan pasar di Malaysia sangat kecil dan tak memberikan dampak bagi Huawei. Karena itu ia mempersilahkannya.

“Kita tahu Huawei mempunyai kemampuan penelitian dan pengembangan yang jauh lebih besar dibanding Malaysia, maka kami akan manfaatkan seberapa banyak teknologi mereka,” kata Mahatir dalam International Nikkei Conference on Future of Asia, di Tokyo, Jepaang.

Mahatir juga menyinggung soal Huawei yang dituduh menjadi mata-mata Tiongkok. Tapi ia masih yakin, Huawei tak melakukan aksi spionase.

“Ya, mungkin benar bahwa ada mata-mata, tapi yang benar-benar ingin dimata-matai di Malaysia?,” ujarnya.

“Malaysia adalah negara terbuka. Jika ada pihak yang ceroboh, kami tidak melawan… buang waktu,” seloroh Mahatir.

Baca Juga:

Mahatir juga mengungkapkan, ada kalanya Amerika Serikat dan negara-negara barat mengakui teknologi di Asia yang kian berkembang dan memiliki daya saing tinggi, bukannya menjatuhkan kompetitor.

Mahatir juga mengungkapkan, ada kalanya Amerika Serikat dan negara-negara barat mengakui teknologi di Asia yang kian berkembang dan memiliki daya saing tinggi, bukannya menjatuhkan kompetitor.

“Saya menyadari Huawei semakin mengatasi pengembangan teknologi AS. Dalam hal ini, AS perlu bersaing, ada kalanya Tiongkok lebih baik, kadang-kadang AS lebih baik,” tambahnya.

Huawei yang kini mendapatkan sanksi perdagangan dari Amerika Serikat terancam lumpuh karena bisnis utamanya di perangkat telekomunikasi hampir tak bisa beroperasi. Hal ini lantaran satu-per-satu perusahaan mulai menghentikan kerjasama dengan Huawei sebagai akibat sanksi.

Huawei pun terancam tak bisa menggunakan aplikasi dan layanan Google pada smartphone Android yang dipasang di smartphone baru Huawei karena Google menghentikan kerjasama. Selain itu Huawei juga akan kesulitan mengembangkan chip Kirin dan modem 5G Balong lantaran ARM sebagai pemegang lisensi prosesor mobile juga menghentikan kerjasama.

Tak hanya itu, serangan bertubi-tubi juga didapat dari Intel dan Qualcomm yang ikut stop bekerjasama. Otomatis Huawei akan kesulitan mendapatkan pasokan chipset.

via Berita Harian

  Review vivo V17 Pro — Hape Punya 6 Kamera!  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.