via TechCrunch

Nasib bisnis smartphone Huawei akan kian suram. Setelah putus kerjasama dengan Google, Qualcomm, hingga Broadcom, kini giliran ARM yang mengajak putus kerjasama dengan Huawei.

Baru ini dalam memo internal ARM, karyawan ARM diminta untuk menghentikan seluruh kontrak dengan Huawei yang masih aktif, hak dukungan, dan keterlibatan dengan Huawei yang tertunda sebagai bentuk sikap terhadap sanksi perdagangan Amerika Serikat kepada Huawei.

Baca Juga:

ARM sendiri sebenarnya tidak berbasis di Amerika Serikat, melainkan di Inggris. Perusahaan yang membuat arsitektur beragam chipset smartphone seperti Snapdragon, MediaTek, Exynos, hingga Kirin ini dimiliki oleh perusahaan Jepang, SoftBank Group.

Namun ARM memiliki fasilitas pengembangan desain prosesor di Austin, Texas, dan San Jose, California di Amerika Serikat dan desain chipset mereka sudah mengandung “US origin technology” yang ikut terkena dampak sanksi ini.

“ARM mematuhi pembatasan terbaru yang ditetapkan oleh pemerintah AS dan sedang melakukan diskusi dengan lembaga pemerintah AS yang sesuai untuk memastikan kami tetap patuh. ARM menghargai hubungan dengan mitra lama kami HiSilicon dan kami berharap untuk penyelesaian cepat dalam hal ini,” sebut juru bicara ARM.

Sementara itu pihak Huawei mengatakan menghargai keputusan ARM ini yang berdasar pada keputusan yang diteken Presiden AS, Donald Trump.

“Kami menghargai hubungan erat dengan mitra kami, tetapi mengakui beberapa dari mereka berada di bawah tekanan, sebagai akibat dari keputusan bermotif politik,” kata salah satu juru bicara Huawei.

Huawei membayar biaya lisensi kepada ARM dalam pembuatan chipset Kirin yang memakai arsitektur ARM. Chipset ini dibuat oleh anak usahanya, HiSilicon. Penghentian kerjasama ini akan menyulitkan masa depan chipset Huawei ini karena Huawei otomatis tidak bisa memproduksi chipset terbaru lagi kedepannya.

Huawei juga akan kehilangan akses ke seluruh berbagai pembuat chipset mobile seperti Qualcomm, MediaTek, Samsung, ataupun Broadcom dimana semuanya menggunakan arsitektur ARM.

Kabarnya Huawei telah menyimpan stok komponen dari Amerika Serikat yang cukup untuk memproduksi smartphone hingga tiga bulan kedepan. Kini Huawei tengah bersiap mematangkan sistem operasi mobile terbaru mereka yang kabarnya dinamai HongMeng OS, dan toko aplikasi App Gallery.

via The Verge

  Upgrade Perlengkapan YouTube di 2020..!!  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.