Dewasa ini, banyak smartphone baru yang mengenalkan fitur fast charging. Tidak seperti beberapa tahun sebelumnya, kita tidak perlu lagi menghabiskan waktu selama berjam-jam hanya untuk menunggu baterai smartphone terisi 100 persen. Bahkan beberapa manufaktur smartphone saat ini membanggakan kecepatan pengisian fast charging dari smartphonenya yang dapat terisi penuh dalam waktu kurang dari satu jam. Ada juga yang mengklaim smartphone mereka dapat terisi sebesar 60 persen hanya dalam waktu 30 menit atau kurang!. Lalu bagaimana sih cara kerja fast charging tersebut?.

Baca Juga:

Sebenarnya Apa Sih Fast Charging itu?

Sesuai dengan namanya, fast charging adalah fitur yang memungkinkan kamu untuk mengisi daya baterai smartphone dalam waktu yang lebih singkat daripada sebelumnya. Fitur fast charging ini memerlukan pengiriman lebih banyak daya ke smartphone dalam jangka waktu yang relatif lebih singkat. Dalam fast charging, jumlah Watt (W) yang masuk ke baterai smartphone akan bertambah.

Rata-rata smartphone menerima sekitar 2,5 W hingga 6 W saat smartphone mengisi daya dari port USB-nya. Pengisi daya fast charging mampu meningkatkan jumlah itu sekitar 10 kali lipatnya, bahkan ada beberapa smartphone yang mendukung 120 W. Perlu dicatat bahwa tidak semua smartphone mendukung fast charging dan semua pengisi daya bukanlah fast charging.

Selain itu, agar fast charging berfungsi secara maksimal, kamu memerlukan charger dan smartphone yang mendukung fast charging. Jadi, jika salah satu dari dua syarat itu tidak terpenuhi, maka fitur fast charging tidak akan bisa diterapkan, atau daya akan terisi dengan kecepatan yang normal. Hal yang sama terjadi ketika kamu menggunakan charger normal pada smartphone fast charging, smartphone kamu pun akan terisi daya dengan kecepatan normal.

Bagaimana Cara Kerja Fast Charging?

Jika kamu mempelajari ilmu Fisika ketika SMP, Watt merupakan satuan SI (Satuan Internasional) untuk daya atau power. Daya adalah hasil kali arus listrik dalam ampere dan tegangan dalam volt. Meningkatkan arus atau tegangan juga meningkatkan daya yang mengalir melalui charger dan masuk ke baterai smartphone. Dalam kasus fast charging, tegangan atau arus listrik akan meningkat, sementara yang lain tetap.

Saat tegangan listrik meningkat, smartphone akan memanas lebih cepat sementara kabel yang lebih tebal lebih diperlukan saat arus meningkat. Beberapa perusahaan memiliki charger yang support dengan fast charging, dan beberapa antaranya adalah: Qualcomm (Quick Charge), USB Power Delivery, OnePlus (Dash Charge), Samsung Adaptive Fast Charging, Huawei (Super Charge), MediaTek (Pump Express atau PE), dan OnePlus Warp Charging.

Lalu Siapakah Pemegang Fast Charging Tercepat?

Pada bulan Juli 2021 kemarin, Smartphone Vivo iQOO 7 menjadi bahan perbincangan setelah dengan charger 120 W fast charger, mampu mengisi baterai 4.000mAh secara penuh kurang dari 30 menit saja. Akan tetapi ini masih bisa diperdebatkan karena sang runner-up Xiaomi Mi 10 Ultra mampu mengisi baterai 4.500mAh dengan charger 120 W secara penuh hanya dalam 20 menit saja, bahkan dengan kapasitas baterai yang lebih besar.

Xiaomi Mi 10 Ultra juga dapat mengisi daya hingga 70 persen hanya dalam waktu 6 menit, ini menjadikannya sangat dekat dengan Vivo iQOO 7. OnePlus 0 Pro berada di urutan ketiga karena mengisi baterai 4.500mAh penuh dalam waktu sekitar 30 menit dengan charger 65W-nya.

Merek smartphone lain seperti RealMe, OPPO, dan Poco mengikuti dibawahnya dalam kecepatan fast charging. Sedangkan untuk pengisian wireless, Xiaomi Mi 11 Ultra menjadi juara karena dilengkapi dengan charger nirkabel 67 W. Meskipun pengisian daya secara nirkabel masih sebuah konsep baru, tetapi banyak yang menyukai konsep seperti ini, maka dari itu dalam beberapa waktu ke depan mungkin banyak manufaktur yang akan terjun ke lahan tersebut.

Apakah Kualitas Charging Smartphone Android Lebih Cepat dari iPhone?

Bisa dibiilang charging di smartphone Android jauh lebih cepat dibandingkan dengan iPhone, bahkan meskipun jika tidak menggunakan teknologi fast charging. Dalam sebuah pengujian, hanya dalam 15 menit smartphone seperti MotoX dan OnePlus bisa mencapai 20 persen sedangkan iPhone hanya 9 persen saja.

Lalu apakah teknologi ini berbahaya?. Mungkin banyak orang yang bertanya apakah teknologi ini berbahaya bagi baterai smartphone atau tidak. Sebaliknya, fast charging tidak akan merusak baterai smartphone. Ini dikarenakan ada dua fase yang terjadi, pertama baterai mengisi daya dengan kecepatan yang cepat hingga 50 persen hingga 70 persen, dan fase kedua, ia akan melambat untuk mendinginkan baterai dan berfungsi untuk mencegah kerusakan.

Masa depan teknologi fast charging akan semakin menarik karena sepertinya mereka akan melirik pasar charging secara wireless, mungkin ini hanya masalah waktu saja kita melihat perubahan dari penggunaan kabel ke pengisian daya wireless.

Oke, itu tadi opini singkat tentang fitur fast charging baik di charger maupun di smartphone, semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu semuanya. Jika kamu ada saran tentang aplikasi dan game yang ingin dibahas, kamu bisa berkomentar pada kolom dibawah ya, terima kasih!.

Sumber

  ⚡️ HUAWEI SUPER DEVICE! Melihat Kecanggihan Laptop Huawei Terbaru  

SUBSCRIBE CHANNEL KEPOIN TEKNO

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.