via 4freephotos.com

Selain melansir hasil riset pangsa pasar smartphone di Indonesia, Canalys juga mengungkap pangsa pasar atau market share dari negara-negara di Asia Tenggara pada kuartal ke-2 2019.

Penjualan smartphone di negara-negara Asia Tenggara sendiri tercatat naik 8% secara Year-on-Year (YoY) pada kuartal ke-2 2019. Samsung masih menjadi pemimpin pasar smartphone di wilayah ini, dengan total pengapalan sebanyak 7.7 juta smartphone.

Tapi posisi Samsung tak aman, karena rivalnya yang merupakan merek Tiongkok, Oppo berhasil mengapalkan sebanyak 7.3 juta smartphone. Hanya selisih tipis saja dari Samsung.

Tren kenaikan pengapalan Samsung juga hanya 5%, sedangkan Oppo jauh mengalahkannya yakni 49% secara YoY.

Baca Juga:

Sementara itu merek Tiongkok lainnya, Vivo ada di urutan ke tiga dengan jumlah pengapalan secara YoY sebanyak 4,1 juta unit smartphone. Sedangkan di tempat ke empat ada Xiaomi yang berhasil mengapalkan 3,7 juta unit smartphone ke negara-negara Asia Tenggara.

Di posisi terakhir ada pemain baru di industri smartphone dunia, yakni Realme. Realme sukses menembus 5 besar dengan jumlah pengapalan smartphone mencapai 1,6 juta smartphone.

via Canalys

Dikatakan Canalys, jika pengapalan smartphone dari merek Tiongkok seperti Oppo, Vivo, Realme, dan Huawei dijumlahkan, maka totalnya ada 19 juta unit smartphone yang berhasil dikapalkan pada kuartal ke-2 ini.

Artinya, merek-merek Tiongkok tersebut menguasai 62% pasar smartphone di Asia Tenggara. Sisanya tentu harus dibagi-bagi dengan merek-merek yang bukan dari Tiongkok seperti Samsung, Nokia, Apple, Asus, dan lainnya.

“Asia Tenggara begitu populer bagi merek baru, karena kesempatan untuk berhasil lebih tinggi dibanding di belahan dunia lain, tambahnya.

Ia mengatakan dari total pengapalan smartphone tersebut ke Asia Tenggara, 75% diantaranya merupakan smartphone dengan harga Rp 2,5 juta ke bawah. Pasar Asia Tenggara juga tidak begitu loyal terhadap merek, dan lebih berfokus pada smartphone dengan kelas menengah kebawah.

Samsung tak rela kekuasaannya di pasar Asia Tenggara bakal jatuh. Canalys mengatakan Samsung telah menyiapkan strategi dengan menghadirkan smartphone Galaxy A dan Galaxy M di Asia Tenggara, bahkan Samsung meluncurkan Galaxy A80 di Thailand sebagai bukti keseriusannya di pasar ini.

“Samsung akan melawan balik di (pasar) Asia Tenggara, dimana posisi kepemimpinannya ditantang oleh Oppo, Vivo, dan Xiaomi,” ujarnya.

Oppo kini semakin agresif untuk menjadi pemimpin pasar smartphone di Asia Tenggara. Keputusannya melakukan spin-off atau memisahkan Realme dari Oppo juga terbilang sukses, agar Realme bisa lebih agresif lagi di pasar.

Hmm, bagaimana komentar kamu?

via Canalys

  Review Samsung Galaxy Watch Active 2  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.