via The Verge

Penyebaran virus corona yang membuat sejumlah perusahaan teknologi batal menjadi peserta pameran Mobile World Congress (MWC) 2020, membuat GSMA akhirnya menentukan nasib pameran ini.

Dalam rilisnya, GSMA mengumumkan membatalkan seluruh rangkaian acara Mobile World Congress 2020 yang dilangsungkan di Barcelona, Spanyol, pada 24 hingga 27 Februari mendatang. GSMA beralasan tidak menyelenggarakan MWC 2020 ini karena demi keselamatan dan kesehatan seluruh pengunjung pameran dari wabah virus corona.

Baca juga:

“Dengan memperhatikan lingkungan yang aman dan sehat di Barcelona dan negara penyelenggara, GSMA telah membatalkan MWC Barcelona 2020 karena kekhawatiran global terkait wabah coronavirus, masalah perjalanan, dan keadaan lainnya, membuat GSMA tidak mungkin menyelenggarakan acara tersebut,” kata GSMA dalam pernyataanya.

Keputusan membatalkan MWC 2020 ini merupakan yang pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan ‘pesta teknologi’ tahunan tersebut, setelah dimulai sejak 2006.

Meski dibatalkan, GSMA tidak berencana untuk mengundurkan jadwal pelaksanaan MWC 2020 ini. Ini artinya MWC selanjutnya baru digelar pada tahun 2021 mendatang.

“GSMA dan para pihak kota penyelenggara akan terus bekerja serentak dan mendukung satu sama lain untuk MWC Barcelona 2021 dan edisi mendatang.

GSMA turut menyampaikan rasa empatinya kepada seluruh masyarakat dunia terkait wabah virus corona.

GSMA sendiri sebelumnya telah menyampaikan sejumlah himbauan guna mencegah virus corona ada di dalam ajang ini. Diantaranya dengan memperbanyak tim medis, lebih sering memberikan disinfektan di titik interaksi publik. GSMA juga menghimbau untuk sementara tidak melakukan berjabat tangan dengan orang lain.

Belakangan, GSMA akan melarang pengunjung MWC 2020 yang berasal dari provinsi Hubei, Tiongkok. GSMA juga akan meminta para pengunjung yang berasal dari Tiongkok untuk menunjukkan bukti bahwa mereka tidak berada di Tiongkok selama 14 hari sebelum datang ke MWC 2020.

Dampak dibatalkannya MWC 2020 ini terbilang besar. GSMA harus rela kehilangan potensi uang yang berputar selama pameran tersebut yang mencapai sekitar 492 juta Euro, atau sekitar Rp 7,3 triliun. Begitu pula dengan pengunjung yang diprediksi dalam MWC 2020 ini akan dihadiri oleh 110 ribu pengunjung dari seluruh dunia. Selain itu ada 14.100 pekerja paruh waktu yang terpaksa gagal bekerja.

Dibatalkannya MWC 2020 ini dilakukan setelah sejumlah perusahaan memutuskan untuk tidak mengikutinya, karena khawatir virus corona. Sebut saja LG, Sony, Vivo, Ericsson, Intel, HMD Global, hingga Amazon.

Pada tahun 2019, jumlah pengunjung MWC 2019 sebanyak 109 ribu orang yang datang dari 198 negara. 7.900 orang diantaranya merupakan para eksekutif maupun direktur dari berbagai perusahaan.

Virus corona baru yang dinamai COVID-19 ini hingga saat ini telah menginfeksi lebih dari 45 ribu orang di seluruh dunia, 1.100 orang diantaranya meninggal dunia. Virus ini diduga bermula dari sebuah pasar di kota Wuhan, provinsi Hubei, Tiongkok.

via GSMA, The Verge

  JANGAN ANGGAP REMEH HAPE INI..!!!  

SUBSCRIBE CHANNEL KEPOIN TEKNO

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.