Kabar terbaru datang dari sosial media short video platform yaitu TikTok, dimana jika ada user yang mengupload sebuah konten atau video yang berlawanan dengan kebijakan dari TikTok’s Community Guidelines, maka konten tersebut akan otomatis terhapus.

Baca Juga:

TikTok Menempatkan Teknologi Dalam Penghapusan Konten Otomatis

Dalam sebuah postingan di TikTok Newsroom, TikTok telah mengumumkan bahwa mereka telah bekerja keras untuk membuat penghapusan konten menjadi lebih efektif. Sebelumnya, video di TikTok akan melewati sebuah filter awal yang berfungsi untuk memeriksa apakah video tersebut melanggar pedoman TikTok atau tidak. Jika sebuah video tersebut telah ditandai, maka anggota tim keamanan TikTok akan meninjau video itu dan memutuskan apakah akan menghapusnya atau tidak.

Untuk versi sekarang dan selanjutnya, TikTok akan mengeluarkan tinjauan yang dilakuka oleh orang-orang bagian keamanan tersebut dari proses penghapusan. Nah, proses penghapusan akan dilakukan oleh teknologi moderasi terbaru yang akan secara otomatis meninjau dan menghapus konten-konten tertentu, bahkan semuanya dilakukan oleh teknologi tersebut tanpa ada bantuan manusia sama sekali.

Teknologi moderasi yang dikembangkan TikTok ini dijamin memiliki tingkat ke-akurasian yang tinggi dalam mengidentifikasi suatu video. Ini juga termasuk video-video yang telah melanggar kebijakan TikTok tentang konten dewasa, keselamatan anak dibawah umur, konten yang berbau seksual, bahkan kekerasan.

Namun, semua tidak akan dilakukan oleh teknologi moderasi tersebut. Para tim safety dari TikTok tidak akan lepas tangan, mereka akan lebih bertanggung jawab untuk menangani konten yang lebih bisa bernuansa, seperti penindasan, pelecehan, dan misinformasi. Selain itu, TikTok mencatat bahwa perubahan bisa mengurangi beban kerja dari tim keamanan tersebut.

Meskipun TikTok mengatakan akan terus meningkatkan teknologinya untuk meminimalisir penghapusan konten yang salah, pastinya presentase kesalahan tetap saja akan terjadi. Bahkan, presentase false takedown dari teknologi tersebut masih cukup tinggi yaitu 5 persen, apalagi jika kita melihat data dari paruh pertama tahun 2021 saja, ada lebih dari 61 juta video yang telah dihapus oleh TikTok.

Ketika TikTok menghapus sebuah video, platform akan memberi tahu pengguna tentang pelanggaran yang terjadi di konten mereka di bagian kotak masuk sang pengguna. Setiap pelanggaran tanpa toleransi maka akan mengakibatkan peringatan langsung, dan apabila pelanggaran dilakukan secara berulang kali maka akun TikTok kamu akan terancam untuk di-ban secara permanen.

Masuk Paruh Kedua Tahun 2021, Apakah TikTok Akan Menghapus Lebih Banyak Konten?

Melihat otomasi sebagian sistem penghapusan kontennya, kemungkinan besar akan sangat banyak konten TikTok yang akan terhapus, dan sangat besar juga kemungkinan angka 61 juta dari paruh pertama akan terlewati di paruh kedua tahun ini.

Tentu ini adalah kebijakan yang sedikit kontroversial, terlebih lagi jika kita berkaca pada YouTube, tingkat moderasi dari sebuah teknologi ini kadang “terlalu disiplin”, bahkan terlalu detail dan cenderung agak “ngawur” karena seringkali konten yang tidak melanggar juga terkena getah dari teknologi dari moderasi ini. Tidak heran, kalau misalnya ke depannya TikTok akan mendapatkan banyak kritikan tentang migrasi teknologi ini.

Oke itu tadi berita seputar update TikTok, semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu semuanya ya. Jika kamu ada saran tentang aplikasi dan game yang ingin dibahas, kamu bisa berkomentar pada kolom dibawah ya, terima kasih!.

Sumber

  ⚡️ HUAWEI SUPER DEVICE! Melihat Kecanggihan Laptop Huawei Terbaru  

SUBSCRIBE CHANNEL KEPOIN TEKNO

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.