Kekuatan sebuah komputer jelas sebatas apa yang kita buat. Hingga sekarang para engineer dan tech enthusiast di seluruh dunia sedang mengatasi salah satu problema terbesar dengan AI yaitu mengajarkan sistem ini untuk memahami konten video seperti yang manusia lakukan.

Baca Juga:

Facebook Memberikan Detail Tentang AI Terbarunya

Facebook telah mengumumkan jika mereka telah memperkenalkan proyek terbaru yang diberi nama “Learning From Video”. Memang proyek ini dirancang untuk mengenali dan memahami komponen audio, tekstual, dan visual dari video yang diposting secara publik di dalam platform Facebook.

Jika kamu pernah menonton sebuah video di YouTube dengan caption yang dibuat secara otomatis, kamu akan tahu kalau AI biasanya tidak melakukan kerjanya dengan baik apalagi mendaftarkan informasi seperti ini. Dengan inisiatif terbaru yang dilakukan oleh Facebook ini, bisa dibilang merupakan dobrakan terbaru di dalam sebuah pengembangan mesin belajar.

Facebook sendiri mengatakan bahwa pengembangan sistem AI mereka tidak hanya meningkatkan akurasi, tetapi juga dapat mengenali nuansa dan isyarat visual di berbagai budaya dan wilayah. Tentunya teknologi ini dapat membantu para peneliti AI untuk melepaskan ketergantungan pada data berlabel. Facebook sendiri meningkatkan produk yang didukung AI ini dengan semangat menciptakan pengalaman yang baru bagi para penggunanya.

Jelas ini akan muncul pertanyaan besar, bagaimana caranya?. Facebook mengatakan bahwa mereka akan menggunakan Generalized Data Transformations (GDT), yang berfungsi untuk mempelajari hubungan antara suara dan gambar.

Untuk sekarang, Facebook telah menggunakan metode GDT ini di Instagram Reels, dan muncul sebuah klaim bahwa progress dari GDT ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Dengan menggukan metode GDT ini mampu mempelajari tema dari sebuah video, pengelompokkan tema yang mirip, dan filter yang mempunyai fitur duplikasi sebelum merekomendasikannya ke para penggunanya.

Konten Apa Saja yang Digunakan Untuk Melatih GDT?

Jika kamu menggunakan sosial media Facebook dan Instagram dan memposting sebuah video yang di set ke Public, maka konten tersebut mungkin bisa digunakan untuk melatih AI terbaru dari Facebook ini. Seperti yang dilansir dari VentureBeat pihak Facebook memberikan sebuah statemen bahwa kebijakan datanya menyatakan kalau platform menggunakan informasi yang mereka miliki untuk mendukung penelitian dan inovasi.

Bisa dibilang hampir semua konten video yang ada di dalam Facebook dan Instagram merupakan konten yang dijadikan untuk melatih teknologi AI terbaru ini dan tidak ada spesifikasi atau preferensi tertentu dalam pengembangan AI ini.

Lalu Apa Target Facebook Selanjutnya?

Facebook berharap teknologi AI yang sedang dikembangkan olehnya bisa terus bekerja dan tumbuh menjadi lebih andal, efisien dan dipersonalisasi. Nampaknya upaya Facebook sejauh ini telah membuahkan sebuah hasil yang diinginkan. AI pendeteksi hate speech mereka mengalami kesuksesan yang amat besar, bahkan banyak laporan yang mengatakan bahwa konten kebencian di Facebook berkurang sangat drastis karena pengaruh dari AI ini.

Jadi sangat mungkin terjadi jika pengembangan AI yang bisa mengenali video tersebut menuai kesuksesan yang sama dengan AI pendeteksi hate speech yang baru-baru ini diperkenalkan.

Oke itu tadi berita seputar sosial media Facebook, semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu semuanya ya. Jika kamu ada saran tentang aplikasi dan game yang ingin dibahas, kamu bisa berkomentar pada kolom dibawah ya, terima kasih!.

Sumber

  ⚡️ Huawei Watch Fit Elegant Edition! Apa yang Baru..??  

SUBSCRIBE CHANNEL KEPOIN TEKNO

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.