Masih ingat dengan fitur prompt yang memungkinkan untuk mengingatkan orang untuk membaca sumber terlebih dahulu ketika ingin meretweet?. Nah, kali ini fitur tersebut diadaptasi oleh Facebook dimana seorang pengguna Facebook diharuskan untuk membaca sumbernya terlebih dahulu jika ingin merepost atau membagikannya. Prompt ini sudah masuk dalam tahap pengetesan dan tujuannya untuk memberikan lebih banyak dan akurat dalam membagikan informasi.

Baca Juga:

Facebook Mengusahakan Para Pengguna Untuk Memahami Topik Terlebih Dahulu

Dengan fitur ini Facebook menginginkan para penggunanya untuk tidak terjebak dengan judul sebuah berita atau headline dan mereka ingin kamu untuk membaca artikel tersebut untuk memahami inti dari artikel yang ingin kamu bagikan tersebut.

Dalam sebuah tweet di akun Facebook Newsroom, Facebook menyatakan bahwa mereka sedang menguji cara untuk mempromosikan berbagai artikel berita agar lebih terinformasi. Ketika pengguna merepost ulang sebuah artikel hanya berdasarkan judulnya saja, maka mereka mungkin saja secara tidak sengaja mempromosikan sebuah berita palsu, misinformasi, atau malah konten yang menghasut. Facebook bermaksud untuk mengatasi masalah ini dengan fitur prompt barunya tersebut.

Nantinya, ketika kamu akan membagikan sebuah artikel yang belum kamu buka sumbernya maka akan terdapat sebuah notifikasi yang menyebutkan “Kamu akan membagikan artikel tanpa membukannya. Berbagi artikel tanpa membacanya mungkin kamu akan kehilangan fakta-fakta kunci”. Selanjutnya, Facebook akan memberikan kamu dua pilihan pada prompt ini, yang pertama adalah Open Articel dan Continue Sharing. Bisa disimpulkan kamu bisa memilih melihat artikel tersebut pada sumbernya atau melanjutkan membagikan artikel tanpa perlu membaca.

Fitur Prompt yang Diperkenalkan Oleh Twitter

Sebenarnya fitur prompt ini bukan fitur yang baru-baru banget. Twitter terlebih dahulu mengenalkan fitur ini pada September 2020 dimana fitur prompt ini akan muncul ketika orang ingin meretweet tetapi tidak membaca berita secara keseluruhan. Meskipun terkesan mengganggu tetapi fitur ini sangat efektif untuk menekan penyebaran misinformasi saat itu, apalagi fitur prompt tersebut dirilis ketika masa kampanye pemilu Amerika Serikat, jadi angka efektifnya sangat bisa dipercaya.

Kita juga bisa melihat bagaimana Twitter dan Facebook memang sedang bekerjasama untuk menekan angka penyebaran berita palsu dan misinformasi. Terlebih lagi adanya momen vaksinasi COVID-19 yang banyak banget berisikan berita bohong terkait hal itu. Jadi bisa dibilang, fitur prompt ini adalah salah satu jalan paling efektif untuk menekan penyebaran berita bohong untuk saat ini.

Akankah Facebook Bisa Bebas dari Segala Bentuk Penyebaran Berita Hoax?

Sudah bukan rahasia umum jika Facebook adalah sumber dari penyebaran berita hoax. Citra negatif dari Facebook ini sudah didapatkan mulai bertahun-tahun yang lalu dan nyatanya hingga sekarang ini pun citra negatif tersebut masih melekat pada diri mereka.

Ini juga menjadi sebuah permasalahan karena Facebook tidak dapat memaksa kamu untuk tidak memposting hal-hal tertentu (kecuali jika melanggar aturan). Selain itu, misinformasi akan selalu bisa menyebar dan akan selalu menjadi masalah laten di Facebook.

Meskipun Facebook tidak bisa bebas 100% dari berita hoax, tetapi langkah ini juga bisa dibilang sangat penting untuk Facebook karena setidaknya mereka diingatkan terlebih dahulu sebelum membagikan sesuatu yang menyesatkan. Sudah menjadi sifat dasar manusia untuk berpikir dua kali sebelum melakukan sebuah tindakan, setidaknya ini akan menekan angka penyebaran misinformasi yang menyebar di Facebook.

Oke itu tadi berita seputar sosial media Facebook, semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu semuanya ya. Jika kamu ada saran tentang aplikasi dan game yang ingin dibahas, kamu bisa berkomentar pada kolom dibawah ya, terima kasih!.

Sumber

  12+ Alasan Beli vivo X60 5G di 2021 πŸ”₯  

SUBSCRIBE CHANNEL KEPOIN TEKNO

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.