Kabar terbaru datang dari Zoom yang diharuskan membayar $85 juta USD untuk menyelesaikan gugatan class action setelah ada tuduhan yang menyatakan Zoom berbohong bahwa mereka telah menawarkan enkripsi end-to-end di dalam platformnya. Namun, penyelesaian permasalahan ini masih belum disetujui, tetapi sepertinya dalam waktu dekat permasalahan ini akan selesai.

Baca Juga:

Zoom Harus Membayar Terkait Isu Privasi

Perjanjian yang diusulkan Zoom saat ini sedang ditinjau oleh Hakim Distrik Amerika Serikat Lucy Koh. Zoom sekarang memang menjadi sebuah kontroversi yang besar seteleh Komisi Perdagangan Federal atau FTC menemukan bahwa Zoom mempunyai indikasi kuat menipu para penggunanya terkait keamanan privasi. Pada tahun 2016 dan 2017 Zoom mengatakan bahwa platformnya telah memiliki fitur enkripsi end-to-end, padahal kenyataanya tidak ada. Zoom mulai mendukung fitur enkripsi end-to-end mulai bulan Oktober 2020.

Zoom telah mencapai kesepakatan dengan FTC pada November 2020, dan berjanji untuk meningkatkan perlindungan keamanannya. Kontroversi tersebut langsung memicu gugatan class action, yang menuduh bahwa Zoom telah menipu para penggunanya sekitar 3-4 tahun karena iklan mereka pada tahun 2016 tersebut.

Dalam gugatan tersebut, mereka juga membahas tentang “Zoombombing” atau yang dikenal sebagai tindakan masuk ke rapat Zoom secara acak karena ketidakamanan dari sistem securitynya. Namun hal itu sepertinya bukan satu-satunya keluhan gugatan, mereka juga menuduh Zoom memberikan informasi pribadi pengguna kepada pihak ketiga seperti Google, Facebook dan LinkedIn. Seperti yang kita tahun dari 2019 hingga 2021 pemakaian Zoom membludak karena efek pandemi.

Juru bicara dari Zoom mengomentari gugatan ini seperti yang dilansir dari NPR “Privasi dan keamanan pengguna Zoom adalah prioritas bagi Zoom, dan kamu menganggap serius kepercayaan yang diberikan pengguna kepada kami. Kami bangga dengan kemajuan yang telah platform kamu buat, dan berharap dapat terus berinovasi dengan privasi dan keamanan di garis depan.”

Zoom Memberikan Kompensasi Kepada Penggunanya

Untuk meluruskan hal ini, Zoom akan memberikan kompensasi terhadap penggunanya baik pengguna Zoom gratis ataupun berbayar. Jika ada member yang membayar Zoom antara tanggal 30 Maret 2016 dan 30 Juli 2021, akan memenuhi syarat untuk menerima 15 persen dari uang yang telah mereka bayarkan ke Zoom sebagai langganan inti Zoom Meeting, akan mendapatkan $25 (sekitar Rp. 358 569,97) dan bisa lebih besar.

Jika 15 persen dari langganan Zoom kamu bernilai lebih dari $25 (sekitar Rp. 358 569,97), kamu mungkin akan menerima sekitar $34 (Rp. 487.655,15), tetapi hal ini juga tergantung pada berapa orang yang mengajukan klaim. Semakin banyak orang yang mengajukan klaim, maka semakin sedikit yang yang harus dikeluarkan. Jika kamu menggunakan Zoom secara gratis, kamu tetap akan mendapatkan kompensasi sebesar $11 (sekitar Rp. 157.770,78) hingga $12 (sekitar Rp. 172.113,58).

Akankah Gugatan ini Mengubah Semuanya?

Sebagau bagian dari penyelesaian, Zoom telah setuju untuk membuat perubahan yang secara efektif akan membalikkan semua keluhan yang diajukan oleh gugatan tersebut. Jika Zoom mematuhinya, secara teori itu akan membuat aplikasi Zoom menjadi aplikasi yang jauh lebih aman.

Oke, itu berita seputar gugatan Zoom, semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu semuanya. Jika kamu ada saran tentang aplikasi dan game yang ingin dibahas, kamu bisa berkomentar pada kolom dibawah ini ya, terima kasih!.

Sumber

  ⚡️ HUAWEI SUPER DEVICE! Melihat Kecanggihan Laptop Huawei Terbaru  

SUBSCRIBE CHANNEL KEPOIN TEKNO

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.