Tahun lalu, Xiaomi merusak pasar smartphone dengan menghadirkan sub-brand baru mereka, Poco lewat debut Pocophone F1. Tapi merek ini diprediksi tidak akan bertahan lama.

Lembaga riset IDC memprediksi Xiaomi akan ‘membunuh’ Poco dan menggantikannya dengan Redmi seri K. Redmi seri K sendiri sebenarnya punya target pasar yang sama dengan Poco, dan sama-sama menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga murah.

Baca Juga:

Redmi seri K sendiri berfokus pada smartphone dengan chipset kelas flagship seperti Snapdragon 8xx, sama seperti yang ada di Poco. Xiaomi tentu tak mau bermain pada dua merek dengan segmen yang sama.

“Poco diluncurkan untuk memberikan beberapa pilihan spesifikasi kelas atas di harga menengah, dengan bahasa desain yang jelas. (Poco) Ini diluncurkan sebagai pilihan upgrade bagi basis fans Xiaomi yang besar tanpa harus ‘merusak’ uang yang dibutuhkan untuk membeli ponsel flagship,” kata Direktur Riset IDC India, Navkendar Singh.

“Tapi kini, dengan harga K series yang begitu agresif dengan spesifikasi andalannya, hardware, dan desain, ini menjadi alasan bagi eksistensi Poco sebagai merek diragukan,” terangnya.

Kabar isu dihentikannya merek Poco ini juga datang setelah mundurnya Head Product Management Poco, Jai Mani. Namun Xiaomi kala itu membantah mundurnya petinggi dari Poco ini menandakan berakhirnya produksi smartphone Pocophone.

Seperti yang kita ketahui, Redmi seri K mengawal debutnya dengan menghadirkan Redmi K20 dan Redmi K20 Pro. K20 Pro menjadi yang paling tertinggi dengan spesifikasi kelas flagship, seperti chipset Snapdragon 855, layar AMOLED, RAM dan memori internal besar, kamera belakang 48MP, hingga sensor sidik jari di layar.

Sebelumnya, Redmi K20 ini digosipkan akan dijual dengan nama Pocophone F2 untuk pasar internasional.

via Gizmochina

  Upgrade Perlengkapan YouTube di 2020..!!  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.